Contoh Usaha Menggunakan Digital Marketing
Warkop Brewok Malang
Hasil wawancara dengan Lingga Ramawijaya salah satu dari beberapa owner warkop brewok malang. Warkop Brewok Malang didirikan tanggal 10 September 2016. Warkop ini didirikan setelah melalui proses perencanaan 2 bulan. Alasan dibalik pendirian warkop Brewok ini adalah karena para owner merasa membutuhkan tempat untuk nongkrong dan ingin meningkatkan taraf hidup. Sehingga didirikanlah warkop Brewok ini.
Untuk tahap awal kita mendirikan
warkop ini dengan konsep tradisional modern dengan kelas menengah. Target pasar
dari warkop Brewok yaitu kalangan remaja sampai mahasiswa tapi desain warkop
ini juga masuk untuk kalangan dewasa. Ide warkop ini berasal dari kebiasan
nongkrong tengah malam, agar owner bisa berkumpul dengan teman-temannya setiap
saat. Dan sekaligus menghasilkan uang.
Produk warkop Brewok adalah
beberapa kopi robusta yang diproses secara tubruk. Karena
konsepnya adalah tradisional dan produk lainnya
adalah kue pancong khas bekasi. Kopi di Warkop Brewok ini diambil dari berbagai
daerah lokal seperti Lumajang yang memiliki karakter yang kuat, Kediri dimana ada kopi brontoseno, dan dari
Tulungagung yaitu kopi hijau. Itulah beberapa varian kopi yang dijual di Warkop
Brewok.
Untuk masalah harga, Warkop Brewok
mematok harga yang terjangkau. Bahkan bisa dikatakan harganya murah. Satu
cangkir kopi di Warkop Brewok memiliki kisaran harga Rp. 2000 sampai Rp. 12000 untuk kopi yang
paling mahal.
Selain dari mulut ke mulut Warkop
Brewok juga menggunakan digital marketing yaitu social media yang sedang hits
dewasa ini, yaitu Instagram (@warkopbrewokmalang). Cara yang digunakan yaitu
dengan mengupload aktivitas dan menu menu terkini dari Warkop Brewok.
Digital marketing cukup
berpengaruh dalam bisnis dewasa ini, akan tetapi sampai saat ini Warkop Brewok belum
menghadapi kendala yang berarti. Saran yang diberikan dari Mas Lingga untuk
para pelaku usaha yang menggunakan digital marketing adalah untuk memakai
watermark dalam foto ataupun video yang kita unggah ke sosial media. Hal ini
dilakukan untuk menghindari kemungkinan foto atau video yang sudah dibuat diambil
orang.
Berikut Video Hasil Wawancara Kami:
0 komentar:
Posting Komentar